Sejarah SMP Santa Maria Surabaya
Melalui perjalanan panjang dan perjuangan yang tiada hentinya, SMP Santa Maria Surabaya dimulai dari kedatangan 5 Suster Ursulin ke Surabaya tanggal 14 Oktober 1863. Suster-suster Ursulin pada awalnya membangun komunitas di Kepanjen, kemudian berpindah di kawasan Jl. Raya Kupang, yang sekarang dikenal dengan Jl. Raya Darmo.
Santa Maria Tahun 1951
- Sekolah Dasar pada th. 1863
- Sekolah Ketrampilan Putri pada th. 1874
- Sekolah TK (Froobel) pada th. 1877
- Sekolah Pendidikan Guru (Kweekschool) pada th. 1880.
Sekolah ini didirikan hanya untuk murid-murid berkebangsaan Belanda.
o Frobeel (TK)
o Lagere School (SD)
o HBS jenjang 3 tahun
o HBS jenjang 5 tahun
o Kweek School (SPG)
Sisi kanan Santa Maria ( tahun 1951 )
Murid SMP yang pertama pada waktu itu hanya berjumlah sekitar 58 orang, dan hanya dikhususkan untuk siswa putri. Baru pada tahun 1976 SMP Santa Maria menerima siswa putra. SMP Santa Maria pada saat itu dikelola sendiri oleh para Suster Ursulin yang pada umumnya bukan orang Indonesia. Agar pendidikan dapat diterima pada semua lapisan masyarakat, para Suster berusaha belajar bahasa Indonesia.
Pada tanggal 18 Agustus 1949, SMP Santa Maria memasuki tahun kedua dan para Suster sudah berani menggunakan bahasa Indonesia dalam pengajarannya. Sr. Verenanda, OSU dan Sr. Hedwig Orth, OSU datang dari komunitas Kepanjen untuk mengajar di SMP Santa Maria mulai pk. 11.00 – 13.00 WIB.
Untuk menyiasati keterbatasan ruang kelas dengan jumlah murid yang bertambah, diadakan kelas pagi (untuk kelas 1 dan kelas 3) dan kelas siang (untuk kelas 2). Pada tahun ajaran 1990/1991, ketika Pemerintah menutup SPG di seluruh Indonesia, SMA Santa Maria menempati ruang kelas SPG. Sejak saat itu SMP Santa Maria tidak mengadakan kelas siang lagi karena bisa menempati ruangan kelas yang biasanya digunakan oleh SMA.
Tahun 1951, SMP Santa Maria mengikuti Ujian Negeri yang diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh Pemerintah di seluruh Indonesia. Pada tanggal 9 Mei 1952, SMP Santa Maria kembali mengikuti Ujian Negeri yang kedua, dengan jumlah kelulusan mencapai 75%. Suatu prestasi yang sudah cukup baik pada masa itu. Prestasi SMP Santa Maria semakin dibanggakan baik secara akademik maupun non akademik. Salah satunya adalah pada tahun 1968, SMP dan SMA Santa Maria membentuk kelompok Drumband yang bisa berkiprah sampai tingkat nasional.
Pada tanggal 7 September 1985, setelah melalui proses akreditasi, SMP Santa Maria mendapat status DISAMAKAN. Sampai saat ini SMP Santa Maria dapat mempertahankan status tersebut dengan TERAKREDITASI A.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar